Harga Komoditas Naik, Pendapatan Petani Lampung Terdongkrak Signifikan

Harga Komoditas Naik, Pendapatan Petani Lampung Terdongkrak Signifikan

--

LAMPUNGUTARA,RADARTANGGAMUS.CO.ID—Kenaikan harga gabah, jagung, dan singkong mendorong peningkatan pendapatan petani di Lampung, bahkan mencapai dua kali lipat di sejumlah wilayah.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebut penguatan harga komoditas dipengaruhi kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, termasuk penetapan harga pembelian gabah Rp6.500 per kilogram.

Harga jagung pipilan kering ditetapkan Rp5.500 per kilogram dan stabil di tingkat petani, sementara harga acuan singkong di Lampung mencapai Rp1.350 per kilogram.

BACA JUGA:Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Singkong Saat Tinjau Sentra Mocaf di Pringsewu

BACA JUGA:Gubernur Mirza Bertekad Kembalikan Kejayaan Pertanian Tanggamus

Menurut Mirza, kebijakan tersebut berdampak nyata di daerah sentra produksi seperti Lampung Utara dan meningkatkan daya beli masyarakat desa.

Pemprov Lampung juga menjalankan Program Desaku Maju untuk memperkuat ekonomi desa melalui bantuan pupuk organik cair, mesin pengering, dan pelatihan vokasi.

Program ini terbukti meningkatkan produksi pertanian, seperti di Desa Wonomarto yang mencatat kenaikan produksi padi, jagung, dan singkong hingga 30 persen.

Selain itu, program tersebut terintegrasi dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), yang membuka peluang bagi desa menjadi pemasok bahan pangan.

Gubernur menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia, hilirisasi komoditas, dan pembangunan infrastruktur sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia juga menyoroti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung serta penurunan angka kemiskinan sebagai indikator positif pembangunan.

“Pembangunan harus terarah, realistis, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sumber: