Polemik Logo HUT Lampung Timur Memanas, Tokoh Adat Berbeda Pandangan

Polemik Logo HUT Lampung Timur Memanas, Tokoh Adat Berbeda Pandangan

--

LAMPUNGTIMUR,RADARTANGGAMUS.CO.ID—Polemik logo HUT ke-27 Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) semakin memanas setelah memicu perdebatan di kalangan tokoh adat.

Kritik sebelumnya disampaikan sejumlah tokoh, termasuk Azzohiri dan Ketua Mighul Lampung Bersatu, Huzaimah Azwar Hadi, yang menilai desain logo belum sesuai pakem adat.

Menanggapi hal tersebut, tokoh adat sekaligus Ketua Fraksi NasDem, Yusran Amirullah, memberikan pandangan berbeda.

Ia menegaskan bahwa simbol siger memiliki makna penting yang tidak bisa diabaikan, khususnya terkait sembilan lekuk yang melambangkan sembilan marga di Lampung.

BACA JUGA:Logo HUT ke-27 Lampung Timur Diprotes, Dinilai Tak Sesuai Pakem Adat

BACA JUGA:Puting Beliung Terjang Wonosobo Tanggamus, 13 Bangunan Rusak

“Siger bukan sekadar hiasan, tetapi simbol identitas masyarakat Lampung,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Namun, terkait polemik penempatan siger di atas kepala gajah, Yusran menilai hal tersebut tidak perlu dipersoalkan. "Posisi di atas melambangkan kehormatan,” katanya.

Perbedaan pandangan ini menunjukkan adanya beragam tafsir di kalangan tokoh adat. Polemik logo pun berkembang menjadi perdebatan tentang makna simbol budaya dan representasi identitas daerah.

Publik kini menanti langkah pemerintah daerah dalam menyikapi polemik tersebut, apakah akan merevisi desain atau mempertahankan logo yang ada.

Sumber: