Gubernur Mirza Dorong Digitalisasi Keuangan Daerah Terintegrasi
--
BANDARLAMPUNG,RADARTANGGAMUS.CO.ID—Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memperkuat implementasi digitalisasi keuangan daerah secara terintegrasi guna meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan.
Hal tersebut disampaikan dalam High Level Meeting finalisasi Championship TP2DD 2026 di Ruang Rapat Bank Lampung, Selasa (21/4/2026), yang turut dihadiri Wakil Gubernur Jihan Nurlela.
Gubernur menegaskan komitmen Pemprov Lampung melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) untuk mendorong transaksi pendapatan dan belanja daerah secara non-tunai.
BACA JUGA:Gubernur Minta Grand Design Pendidikan Lampung
BACA JUGA:18 Bulan di Taiwan, Ini Pesan Gubernur ke Mahasiswa Peserta Magang
Menurutnya, digitalisasi menjadi kebutuhan untuk menciptakan tata kelola keuangan daerah yang modern, transparan, dan akuntabel.
Ia menyebut capaian Lampung pada TP2DD 2025 yang berada di peringkat kelima se-Sumatera menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan kinerja tahun ini, dengan target meraih posisi terbaik pada 2026.
Gubernur juga mendorong penguatan sinergi dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta Bank Lampung sebagai pengelola Rekening Kas Umum Daerah.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah aplikasi Saibara (Satu Aplikasi Belanja Retribusi Daerah) untuk mendukung pembayaran retribusi secara digital.
Wakil Gubernur Jihan Nurlela menambahkan, meski capaian outcome TP2DD 2025 sudah baik, masih terdapat kelemahan pada aspek proses dan output.
Ia meminta optimalisasi penginputan data dan dokumen pendukung sebelum batas akhir pengumpulan pada 24 April 2026.
Jihan menegaskan digitalisasi bukan sekadar mengejar penilaian, tetapi membangun fondasi transformasi keuangan daerah yang berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah dan kualitas pelayanan publik.
Sumber:
