Wabup Tanggamus Tekankan Program MBG Tepat Sasaran, Libatkan Petani Lokal dan Bebas Korupsi

Wabup Tanggamus Tekankan Program MBG Tepat Sasaran, Libatkan Petani Lokal dan Bebas Korupsi

--

RADARTANGGAMUS.CO.ID – Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto membuka Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Tanggamus Tahun 2026 di Aula Serumpun Padi, Gisting, Selasa (30/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Agus menegaskan pelaksanaan program harus tepat sasaran, melibatkan potensi ekonomi lokal, serta dijalankan secara transparan dan bebas dari praktik korupsi.

Rakor yang mewakili Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi tersebut dihadiri unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta perwakilan mitra dan yayasan pelaksana Program MBG.

Dalam arahannya, Agus mengatakan Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang pemerintah untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

BACA JUGA:Puslitbang Polri Teliti Pemberantasan Korupsi-Dukungan MBG di Polres Tanggamus

BACA JUGA:Kementan Pastikan Pasokan Aman, Rantai Pangan MBG di Lampung Utara Diawasi Ketat

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, penyelenggara SPPG hingga masyarakat.

Agus meminta seluruh SPPG memastikan data penerima manfaat benar-benar akurat berdasarkan nama, alamat, dan sekolah agar bantuan diterima oleh sasaran yang tepat. Ketepatan data juga diminta diterapkan bagi kelompok 3B yang meliputi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Ia mengungkapkan saat ini terdapat 72 SPPG aglomerasi yang telah beroperasi di Kabupaten Tanggamus. Sementara itu, operasional SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) masih menunggu pelaksanaan di Pekon Sawang Balak, Kecamatan Cukuh Balak, serta Pekon Martanda, Kaur Gading, dan Karang Brak di Kecamatan Pematang Sawa yang pembangunannya telah selesai.

Selain memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, Agus berharap Program MBG mampu menggerakkan perekonomian daerah melalui pemanfaatan hasil produksi petani, peternak, nelayan, Kelompok Wanita Tani (KWT), pelaku UMKM hingga lembaga ekonomi desa sebagai pemasok kebutuhan dapur SPPG.

Ia meminta seluruh kebutuhan bahan pangan diprioritaskan berasal dari Kabupaten Tanggamus sehingga anggaran yang dialokasikan pemerintah dapat berputar dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Wakil bupati juga menginstruksikan Dinas Kesehatan bersama tenaga ahli gizi memperketat pengawasan terhadap kualitas menu dan keamanan pangan agar makanan yang disajikan memenuhi standar gizi seimbang sekaligus higienis.

Di sisi lain, Agus menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan Program MBG. Ia meminta Inspektorat melakukan pendampingan terhadap seluruh proses pelaksanaan serta mengajak aparat penegak hukum turut mengawal jalannya program.

"Saya tegaskan, satu rupiah pun yang diperuntukkan bagi perut anak-anak kita tidak boleh dikorupsi," tegas Agus.

Sumber: