Yang Dicari Kebenaran atau Sekadar Kepuasan?

Jumat 22-05-2026,21:09 WIB
Oleh: Admin

Kalau media yang sudah melakukan konfirmasi saja masih bisa dinilai melanggar kode etik karena dianggap tidak profesional dalam penyajiannya, bagaimana dengan pihak yang bahkan tidak pernah melakukan konfirmasi tetapi tetap berani menayangkan dan menyebarkan informasi kepada publik?

Apalagi ketika informasi tersebut kemudian beredar luas di media sosial, grup percakapan, hingga akun-akun anonim yang tidak jelas siapa pengelolanya dan tidak jelas pula siapa yang bertanggung jawab.

Yang sering dilupakan adalah, di balik sebuah berita ada manusia yang diberitakan,

ada keluarga, ada anak, ada orang tua.

Ada kehidupan sosial yang ikut terdampak.

Karena itu saya berpendapat bahwa kebebasan pers harus tetap dijaga, tetapi etika dan tanggung jawab juga harus dijaga dengan kadar yang sama.

Tidak ada profesi yang kebal terhadap kritik.

Tidak ada profesi yang berada di atas aturan profesinya sendiri.

Justru profesi wartawan akan semakin dihormati ketika berani tunduk pada kode etik yang mengatur profesinya.

Dan ketika masyarakat memilih menempuh jalur hukum atas sesuatu yang dianggap merugikan, biarlah proses itu berjalan sebagaimana mestinya. Polisi memiliki mekanisme, penyidik memiliki pertimbangan, dan hukum memiliki jalannya sendiri.

Pada akhirnya, yang sedang dipertaruhkan bukan hanya nama seseorang yang diberitakan, melainkan juga kepercayaan masyarakat terhadap dunia pers itu sendiri.

Kategori :