PRINGSEWU - Bisnis di sektor perikanan sepertinya tidak ada matinya di Kabupaten Berjuluk Bumi Jejama Secancanan ini. Ditambah tingkat konsumsi ikan, khususnya ikan lele di masyarakat yang semakin tinggi. Oleh karena itu, berinvestasi di sektor perikanan masih sangat menjanjikan. Salah satu bisnis usaha yang bisa dijadikan acuan adalah usaha budidaya ikan lele dengan sistem bioflok atau berkolam di pekarangan rumah. Hal inilah yang dilakukan oleh Dodi Bahar Fathory warga Dusun 2 Pekon Margodadi, Ambarawa yang beberapa bulan terakhir konsen pada budidaya ikan lele dengan sistem bioflok. Dodi Bahar Fathory memaparkan bioflok berasal dari kata bio yang berarti kehidupan dan floc yang berarti gumpalan. Sehingga bioflok dapat didefinisikan sebagai bahan organik hidup yang menyatu menjadi gumpalan-gumpalan, yang nantinya gumpalan-gumpalan tersebut sebagai bahan alami pakan lele itu sendiri. \"Sedangkan budidaya lele sistem bioflok adalah sistem budidaya lele dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk mengolah limbah budidaya lele itu sendiri. Dengan menumbuhkan mikroorganisme, limbah budidaya ikan lele akan menjadi gumpalan-gumpalan kecil (flok),\" ujar Dodi pada Radar Pringsewu, Selasa (13/3). Dodi menjelaskan, gumpalan-gumpalan yang terdiri dari berbagai mikroorganisme air seperti bakteri, algae, fungi dan organisme lain yang tersuspensi dengan detritus, kemudian akan menjadi makanan - makanan alami ikan. \"Proses penumbuhan mikroorganisme tersebut dilakukan dengan memberikan kultur bakteri nonpathogen (probiotik) dan memasang aerator yang akan menyuplai oksigen serta mengaduk kolam. Dimana aerator kudu hidup selama 24 jam nostop,\" pungkasnya. Dodi Bahar Fathory mengaku, telah memulai usaha budidaya ikan lele dengan cara bioflok pada Oktober 2017 dan mulai menebar benih pada bulan Desember 2017. \"Kami menebar benih sebanyak 36.000 ekor di 12 kolam yang yang masing-masing berdiameter 2 meter. Dan beberapa minggu kedepan InsyaAllah sudah siap panen,\" katanya. Dia menyebutkan, banyak keuntungan dari budidaya ikan lele secara bioflok ketimbang secara konvensional di kolam. Seperti hemat pakan, hemat air, hemat tempat, lele lebih sehat dan gurih karena sistemnya organik. \"Disamping itu juga limbah tambak (kotoran, algae, sisa pakan, amonia) didaur ulang dan dijadikan makanan alami berprotein tinggi dan lebih ramah lingkungan,\" katanya.(arf)
Budidaya Lele Tetap Menjanjikan
Rabu 14-03-2018,11:15 WIB
Reporter : Redaksi
Editor : Redaksi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 10-07-2026,23:34 WIB
Antisipasi Premanisme Polsek Wonosobo Intensifkan Patroli
Jumat 10-07-2026,21:31 WIB
SMSI dan IWO Ngopi Bareng Bupati Lamtim Ela, Bahas Sinergitas Bangun Daerah
Jumat 10-07-2026,20:27 WIB
MoU Polri-Dewan Pers: Antara Sengketa Berita dan Pidana
Jumat 10-07-2026,20:31 WIB
Wabup Pringsewu Buka Gerakan Serentak Penetrasi Pasar Di Pardasuka
Jumat 10-07-2026,15:26 WIB
Wabup Tanggamus Tinjau Penertiban Pasar Gisting, Pedagang Hamparan Mulai Pindah ke Dalam Pasar
Terkini
Sabtu 11-07-2026,11:51 WIB
Awalnya Hanya Isu, Kini Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jampidsus
Jumat 10-07-2026,23:34 WIB
Antisipasi Premanisme Polsek Wonosobo Intensifkan Patroli
Jumat 10-07-2026,21:31 WIB
SMSI dan IWO Ngopi Bareng Bupati Lamtim Ela, Bahas Sinergitas Bangun Daerah
Jumat 10-07-2026,20:31 WIB
Wabup Pringsewu Buka Gerakan Serentak Penetrasi Pasar Di Pardasuka
Jumat 10-07-2026,20:27 WIB