Nunik Turun Tangan, Kyai dan Santri Rapatkan Barisan

Senin 07-08-2023,05:54 WIB
Reporter : Redaksi
Editor : Admin

“ Meskipun tidak begitu, pilkada juga agak bikin suasana anget-anget terbelah. Maka salah satu yang menjadi titipan adalah mengingatkan keluarga besar untuk 2024 apapun yang terjadi tidak boleh ummat, ulama dan kiyai tidak boleh terpecah.

Kita tetap harus kompak Bersatu,” ujar Pentolan PKB yang juga Wakil Gubernur Lampung ini.

Nunik menegaskan bahwa makna dari kekompakan itu tidak hanya secara verbal melainkan juga secara esensial.

Dengan kata lain jangan sampai karena pemilu memicu perselisihan antar sesama.

“ Keluarga besar NU terkhusus didalamnya ada kader PKB harus hadir di tengah-tengah kesulitan dan persoalan-persoalan masyarakat. Utamanya panggilan kemanusiaan, jangan sampai kader NU menjalani persoalan hidupnya sendirian,” ujarnya.

Sementara Ketua PCNU Kabupaten Lamung Selatan H. Nur Mahfud secara eksplisit dalam mukaddimahnya mengajak barisan kyai dan santri di Lampung Selatan kompak. 

“ Cuma dapat120 ribu suara dari mata pilih 800 ribu sekian, maka harus kompak dan Bersatu. 2024 PKB bukan Cuma 4 kursi, targetnya minimal 12 kursi. Setiap dapil minimal 2 kursi, karena banyak sekali warga NU Lampung Selatan,” ujar H. Nur Mahfud yang diketahui istrinya maju mencaleg dari PKB.

Mahfud bilang kader di Lampung Selatan harus fokus di pemilu legislatif sehingga kader terbaiknya dapat berjuang dan memperjuangkan kemaslahatan masyarakat luas. “ Kader terbaiknya juga harus ada yang di eksekutif,” ujarnya.

Usai mendapat instruksi dari Ketua DPW PKB Lampung, pengurus DPC PKB Lampung Selatan menyatakan kesiapannya.

Itu dibuktikan dengan penempatan kader-kader potensial di semua dapil yang ada di Lampung Selatan.

“ Kita sudah tempatkan kader-kader di semua dapil. Tentu tak asal menempatkan, sebelum ditetapkan sudah dipertimbangkan dan sudah dipetakan. Sesuai dengan isntruksi Ketua Umum,” kata Ketua DPC PKB Lamsel Aliful Ma’rifah.

Jika melihat komposisi Bacaleg PKB Lamsel saat ini, banyak wajah baru dengan semangat berapi-api bermunculan.

Anak-anak muda seperti Muhitul Ulum pun diorbitkan untuk bertarung di dapil I Kalianda dan Rajabasa.

Gus Ulum begitu sapaan Muhitul Ulum sama sekali tak ciut meski baru kali pertama dirinya terjun ke dunia politik dan langsung bertarung di dapil penuh bintang. 

“ Saya berangkat dari masyarakat kelas bawah, tahu bau keringan masyarakat kelas bawah. Karena itu niat saya ingin memperjuangkan kepentingan masyarakat kelas bawah itu,” ujar Gus Ulum kepada Radar Lamsel.

Sementara Anggota DPR RI Fraksi PKB Ela Siti Nuryamah juga berpesan kepada seluruh kader yang saat ini sedang berjuang menatap konstelasi 2024 untuk tetap semangat. Hambatan dan kendala dianggap sebagai bagian dari proses menuju kematangan.

Kategori :