Pusat Bantu 20 Sumur Bor di Palas

Pusat Bantu 20 Sumur Bor di Palas

Ist.Radarlamsel - Jajaran Dirjen PSP, Kementerian Pertanian saat memantau pembangunan sumur bor di Desa Bali Agung, Jumat lalu.--

PALAS, RADARTANGGAMUS.CO.ID - Dua puluh unit sumur bor akan dibangun di wilayah Palas. pembangunan sumur bor di area persawahan ini untuk mengataso kekeringan di musim kemarau.

Pembangunan dua pulun unit sumur bor dari Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kemeneterian Pertanian itu terpecah di lima desa.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kecamatan Palas, Yusak Murjoko mengatakan, pembangunan sumur bor ini dikerjakan secara swkelola oleh kelompok tani. 

"Pembangunan sumur bor dari Dirjen PSP. Untuk di wilayah Palas akan dibangun 20 unit di lima desa," kata Yusak kepada Radar Lamsel, Minggu (17/9) kemarin.

BACA JUGA:Sepultura, Overkill dan Slank akan Mengguncang Panggung Jogjarockarta Festival 2023

Yusak mengungkapkan, sepuluh unit dibangun di Desa Bali Agung, dua unit di Desa Sukabakti, dua unit di Desa Palas Aji. Kemudian di Desa Palas Pasemah dab Desa Mekarmulya juga di bangun dua unit.

"Pembanguan dipusatkan di Bali Agung. Kemudian di empat desa lain di bangun dua unit masing-masing desa," sambungnya.

Sementara itu Sekretaris Kelompok Tani Darma Wijaya, Desa Bali Agung Ketut Purne menjelaskan, pembanunan sumur bor atau sumur air dangkal  sudah mulai berjalan. Bahkan beberapa unit sudah dioprasikan untuk mengairi sawah petani.

"Sudah mulai berjalan pengerjaannya. Bahkan sudah ada yang digunakan petani untuk mengairi sawah," pungkasnya. 

Kekeringan yang melanda persawahan di wilayah Palas mendapat respon cepat dari Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Desa Bali Agung menjadi yang pertama mendapat pemantauan kondisi tanaman padi. Di desa ini juga akan dibangun sumur bor demi menyelamatkan tanaman padi yang telah kekeringan.

Di wilayah Palas setidaknya ada 1.500 hektar tanaman padi yang terancam gagal panen akibat kekeringan. Dimana Desa Bali menerima dampak terparah selama musim kemarau.

Kondisi kekeringan yang melanda area persawahan wilayah Palas ini juga mendapat respon dari Kementerian Pertanian. Bahkan Tim Dirjen Prasarana dan Sarana  Pertanian turun langsung untuk mencari solusi untuk mengatasi kekeringan.

Salah satu langkah diambil untuk menyelamatkan tanaman padi dari ancaman kekeringan  yaitu dengan pembangunan sumur bor di titik persawahan yang terdampak kekeringan.

Sumber: