BBM Oplosan Kembali Resahkan Warga

BBM Oplosan Kembali Resahkan Warga

KOTAAGUNG - Warga di Kabupaten Tanggamus khususnya yang memiliki kendaraan bermotor kembali diresahkan dengan maraknya peredaran/penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium maupun pertalite oplosan. Akibatnya, kendaraan menjadi mogok usai diisi BBM tersebut. Peredaran BBM oplosan jenis Premium dan Pertalite ini beredar di Kecamatan Kotaagung dan Kotaagung Timur, dugaan beredarnya BBM jenis premium dan pertalite oplosan itu umumnya dialami pemilik sepeda motor yang mengaku kendaraannya bermasalah setelah mengisi BBM jenis premium atau pertalite. Dimana, kendaraan cepat panas, mesin ngadat dan mudah berkerak atau gosong. Seperti yang dikatakan, Nuryanto warga Kotaagung kepada Radar Tanggamus mengaku, akhir-akhir ini sepeda motornya susah dihidupkan, mesin brebet dan sering tiba-tiba mogok saat jalan. Belum lagi ketika motor sedang jalan mesin tidak stabil.“Kalau pagi atau mesin dalam keadaan dingin, susah dihidupkan. Nunggu mesin panas dulu, baru bisa jalan. Dan saat jalan sering mogok tiba-tiba,” katanya, kemarin. Padahal, kata dia, selama ini sepeda motornya yang baru dibeli setahun lalu itu baik-baik saja.“Setelah saya bawa ke bengkel, ternyata penyakitnya adalah di BBM yang saya pakai, kata orang bengkel itu BBM yang saya pakai oplosan,” ujar Nuryanto. Senada dengan itu, Andri Kecamatan Kotaagung lainnya mengatakan, mesin sepeda motornya mudah panas, dan suara mesin kasar dan kendaraannya sering mogok tiba-tiba.“Selama ini, saya memang jarang beli bensin atau pertalite di SPBU, jadi belinya di kios pertamini di jalan. Tapi ternyata motor saya rusak,” kata dia. Menurut Andri, dipicu rasa penasaran, akhirnya dia menguras tanki BBM sepeda motornya dan mengisinya dengan BBM yang dibelinya di sebuah SPBU di Kotaagung Barat. “Hasilnya motor saya itu tidak mogok, mesin juga tidak brebet,” katanya. Dugaan beredarnya BBM jenis premium dan pertalite oplosan itu diakui salah seorang pemilik kios pertamini di Kecamatan Kotaagung yang minta tidak dituliskan namanya. Dikatakannya, bahwa ia pernah ditawari seseorang BBM jenis premium dengan harga jauh lebih murah dibandingkan membeli di SPBU.“Katanya sih bensin dari Palembang, tapi saya tidak mau,” ujar dia. Selama ini saja, lanjutnya, dia membeli BBM jenis premium dan pertalite di sebuah SPBU masih dikeluhkan pembeli karena motor sering mogok setelah membeli minyak di kiosnya.“Saya sendiri merasakan keluhan itu, motor saya susah dihidupkan, sering mogok. Sejak itu saya tidak beli BBM di SPBU itu lagi dan pindah ke SPBU lain. Dan Alhamdulillah tidak ada yang komplain lagi, motor saya juga tidak ngadat lagi,” terangnya.(zep)

Sumber: