JMSI Pringsewu Beri Pelatihan Jurnalistik di SMKS Nurul Huda Almua'lim

JMSI Pringsewu Beri Pelatihan Jurnalistik di SMKS Nurul Huda Almua'lim

--

PRINGSEWU, RADARTANGGAMUS.CO.ID--Dalam rangka menyongsong Bulan Suci Ramadan dan mengisi waktu libur, SMP dan SMKS Nurul Huda Almu'alim, Pringsewu Selatan, Kecamatan Pringsewu mengenalkan siswanya untuk belajar Jurnalistik, Senin 16 Februari 2026.

Dalam kegiatan tersebut SMKS Nurul Huda Almu'alim, menggandeng Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Cabang Pringsewu, 

Kegiatan Kelas Jurnalistik yang dilaksanakan di SMKS Nurul Huda Almuallim ini, diikuti oleh seratusan siswa dan siswi.

"Kegiatan kelas jurnalistik ini merupakan salah satu kegiatan bagi siswa mengisi waktu libur sekolah dan menyongsong Ramadhan 1447 hijriyah. Harapannya melalui kegiatan ini, siswa dan siswi termasuk santri tertarik pada dunia tulis menulis dan mereka termotivasi untuk berkarya melalui tulisan",  jelas Gus Hilmi Selaku Penanggungjawab SMKS mendampingi Gus Lukman Hakim selaku Direktur Pondok Pesantren Nurul Huda Almuallim.

BACA JUGA:Kontingen JMSI Lampung Berangkat Hadiri HPN dan HUT Ke-6 JMSI di Banten

BACA JUGA:Polres Pringsewu Ingatkan Warga Tidak Membeli Motor Bodong

Selain materi kelas jurnalistik lanjut Gus Lukman, siswa juga akan mendapatkan materi lain hingga memasuki hari Rabu, 18 Februari 2026.

"Untuk materi kelas besok adalah soal keNU-an. Sementara, untuk di hari Rabu, siswa akan diberi materi tentang pembuatan konten, aplikasi dan praktik", imbuh Gus Lukman yang juga menjabat sebagai Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pringsewu ini.

Penulisan Feature 

Setelah mengenalkan tentang beberapa jenis dan bentuk media informasi, tahapan dalam pengumpulan informasi dan data (riset, observasi dan wawancara). 

Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Cabang Pringsewu, selaku pemateri Kelas Jurnalistik mengajak para siswa untuk mengenal lebih dalam mengenai tulisan feature.

"Tulisan feature ini lebih mudah sebenarnya dibandingkan dengan hard news. Sederhananya, tulisan feature lebih kepada story telling (bertutur atau bercerita) yang itu kemudian dituangkan kedalam sebuah tulisan, tanpa harus memperhatikan pakem 5 W dan 1 H, sebagaimana dalam menyusun laporan berita", ungkap Syaiful.

Syaiful menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak Pondok Pesantren Nurul Huda Almuallim, yang sudah memberikan ruang bagi JMSI Pringsewu berbagi ilmu dan keterampilan.

"Mudah-mudahan melalui kegiatan kecil seperti Kelas Jurnalistik ini, bisa memotivasi minat dan potensi terpendam siswa dan juga santri, sehingga mereka mau dan mulai belajar menulis. Kuncinya, jangan takut salah dan mulailah menulis apa saja", imbuh Syaiful.

Sumber: