Puluhan Warga Wonosobo Diduga Keracunan Usai Santap Bubur Sumsum

Puluhan Warga Wonosobo Diduga Keracunan Usai Santap Bubur Sumsum

--

RADARTANGGAMUS.CO.ID–Sedikitnya 55 warga di Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi bubur sumsum yang dijual seorang pedagang keliling.

Polisi bersama Dinas Kesehatan (Diskes) Tanggamus masih menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut dengan menunggu hasil uji laboratorium.

Kapolsek Wonosobo, Iptu Primadona Laila mengatakan, peristiwa itu diketahui setelah banyak warga Pekon Dadimulyo mengeluhkan sakit perut, mual, muntah, diare, dan lemas usai mengonsumsi bubur sumsum yang dijual seorang pedagang berinisial J (42).

"Berdasarkan keterangan penjual, bubur sumsum yang dijual pada hari itu habis sekitar 100 cup. Hingga Rabu (22/7/2026) pukul 15.00 WIB, kami mendata sebanyak 55 warga mengalami gejala diduga keracunan," kata Iptu Primadona Laila mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 54 korban merupakan warga Pekon Dadimulyo dan satu orang warga Pekon Sudimoro.

BACA JUGA:Marak Kasus Keracunan, Enam SPPG di Kecamatan Pringsewu Diminta Perketat Standar Higiene dan Gizi

BACA JUGA:Ratusan Siswa dan Guru SMAN 6 Balam Keracunan MBG, SPPG Waylunik Ditutup Sementara

Sebanyak 49 korban telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan dari tenaga kesehatan, sementara enam orang masih menjalani perawatan di puskesmas rujukan.

Korban yang masih dirawat masing-masing Daminem Astuti (41), Nurmaini (44), dan Yeni Angraini (34) di Puskesmas Sanggi, serta Rini Selpiyan (14), Wagiyem (66), dan Pariyah (51) di Puskesmas Siring Betik.

Menurut pihak kepolisian, kondisi seluruh pasien yang masih dirawat terus menunjukkan perkembangan membaik.

Menyikapi kejadian tersebut, Polsek Wonosobo bersama Satreskrim Polres Tanggamus, Camat Wonosobo, Koramil, UPTD Puskesmas Wonosobo, dan Tim Penyelidikan Epidemiologi Dinas Kesehatan langsung melakukan pendataan korban, pemeriksaan lapangan, serta penyelidikan penyebab dugaan keracunan.

Karena bubur yang diduga menjadi penyebab telah habis terjual, petugas mengamankan bahan baku yang digunakan untuk membuat bubur, seperti tepung beras, tepung terigu, tepung maizena, susu, santan, pasta pandan, sekoteng, gula merah, dan air rebusan untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebabnya. Selain itu, kami juga mendalami kemungkinan adanya unsur pidana dalam peristiwa ini," ujar Kapolsek.

Polisi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi selama proses penyelidikan berlangsung.

Sumber: