Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu 74 Kasus ISPA di Tanggamus
--
RADARTANGGAMUS.CO.ID — Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus mencatat 74 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dari 158 kunjungan pasien dalam surveilans dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus dr. Herry Novrizal mengatakan, pemantauan kesehatan masyarakat terus dilakukan melalui 26 Puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Tanggamus.
“Kami melakukan surveilans kasus ISPA akibat abu vulkanik melalui Puskesmas untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat dan perkembangan kasus di wilayah Kabupaten Tanggamus,” kata Herry, Senin (7/9/2026).
Dari 158 kunjungan yang dilaporkan, sebanyak 74 pasien tercatat mengalami ISPA. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 46,8 persen dari total kunjungan.
BACA JUGA:Abu Vulkanik Anak Krakatau Menerpa, BPBD Tanggamus Minta Warga Waspada
BACA JUGA:Gerak Cepat Hadapi Abu Vulkanik, Pemkab Tanggamus Salurkan Masker dan Obat ke Wilayah Terdampak
Kasus terbanyak ditemukan di Puskesmas Martanda dengan 48 kasus ISPA dari 76 pasien. Kemudian Puskesmas Antar Brak mencatat sembilan kasus dari 11 pasien, disusul Puskesmas Sumanda dengan delapan kasus dari 10 pasien.
Selanjutnya, Puskesmas Sukaraja mencatat empat kasus ISPA dari enam pasien. Puskesmas Air Naningan tiga kasus dari lima pasien, Puskesmas Gisting satu kasus dari dua pasien, dan Puskesmas Kelumbayan satu kasus dari 14 pasien.
Herry mengatakan, data tersebut merupakan hasil laporan surveilans yang diterima Dinas Kesehatan dari Puskesmas pada 6 September 2026. Namun, data tersebut belum final karena masih terdapat sejumlah Puskesmas yang belum menyampaikan laporan.
“Dari hasil surveilans yang sudah masuk, tercatat 158 kunjungan dengan 74 kasus ISPA. Namun, masih ada beberapa Puskesmas yang belum menyampaikan laporan, sehingga data tersebut akan terus kami perbarui sesuai laporan yang masuk,” ujarnya.
Sebanyak 15 Puskesmas melaporkan tidak menemukan kasus ISPA, yakni Kota Agung, Talang Padang, Siring Betik, Wonosobo, Pulau Panggung, Putih Doh, Rantau Tijang, Sudimoro, Margoyoso, Sumberejo, Gunung Sari, Negara Batin, Pasar Simpang, Kedaloman, dan Kelumbayan Barat.
Meski nihil kasus ISPA, beberapa Puskesmas tetap mencatat kunjungan pasien. Puskesmas Talang Padang melaporkan delapan pasien, sedangkan Margoyoso satu pasien.
Sementara itu, empat Puskesmas belum menyampaikan laporan, yakni Sanggi, Ngarip, Way Nipah, dan Bulok Sukamara.
Herry menegaskan, laporan dari seluruh Puskesmas dibutuhkan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi kesehatan masyarakat setelah terpapar abu vulkanik.
Sumber:
