GISTING - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan Workshop Perhutanan Sosial Tanggamus tahun 2018. Kegiatan yang dipusatkan di Aula Hotel 21 Gisting, Kecamatan Gisting, Selasa (27/2) itu mengangkat tema \"Sinergitas pengelolaan perhutanan sosial untuk mewujudkan masyarakat sejahtera hutan lestari\". Pj Bupati Tanggamus Zainal Abidin dalam sambutannya yang diwakili Asisten Bidang Ekobang FB. Karjiyono mengatakan bahwa sesuai dengan PP No. 6 Tahun 2007 Hutan Kemasyarakatkan (HKm) merupakan salah satu skema pemberdayaan masyarakat setempat (sekitar hutan), selain itu ada juga hutan desa (HD), hutan taman rakyat (HTR), hutan adat dan kemitraan kehutanan. \"Pemerintah memiliki dua agenda pengelolaan hutan yakni, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan dan penciptaan model pelestarian hutan,\" kata Karjiyono Untuk mewujudkan dua agenda tersebut, pemerintah membuat sebuah program perhutanan sosial. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pola pemberdayaan dan tetap berpedoman pada aspek kelestarian. \"Masyarakat bisa mengajukan hak pengelolaan area hutan kepada pemerintah. Masyarakat dapat mengolah dan mengambil manfaat dari hutan dengan cara ramah lingkungan,\" ungkap Karjiyono. Dia melanjutkan, tujuan dari workshop perhutanan sosial diantaranya, memperluas jaringan/mitra kehutanan dalam melaksanakan pengamanan hutan, pelaksanaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtlbmas), serta pengawasan gerakan-gerakan Radikalisme. Kemudian memberikan perlindungan dan keamanan Gapoktan HKm dari oknum-oknum yang tidak bertangungjawab, menciptakan hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah, UPT, TNl/Polri, Kejaksaan dan masyarakat dalam ruang saling asa, asih dan asuh. Menghadirkan model pengelolaan perhutanan sosial yang terpadu dengan bekerja sama dengan para pihak termasuk dengan aparat penegak hukum dan pengembangan sistem tataniaga komoditi HKm secara terpadu dan berkelanjutan. \"Dari tujuan diatas bisa diharapkan, Gapoktan HKm lebih percaya diri dalam menerapkan peraturan-peraturan yang berlaku, adanya pembagian peran para pihak terutama pemerintah dan peran swasta yang lebih jelas, mempercepat akselerasi dalam penindakan apabila terjadi kejahatan hutan dan masyarakat dapat mendukung Polri, dapat memperluas jaringan memelihara Kamtibmas,\" ungkapnya Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Fajar Sumantri mengatakan bahwa, jumlah peserta yang mengikuti workshop sebanyak 41 Gapoktan di 13 kecamatan, lalu para penyuluh dan penyuluh kehutanan swadaya masyarakat (PKSM).(rls/ral)
Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera
Rabu 28-02-2018,10:36 WIB
Reporter : Redaksi
Editor : Redaksi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 25-10-2026,20:23 WIB
Camat Pugung Hadiri Pengajian Dwiwulan Muslimat NU dan Peringati Hari Santri Nasional
Minggu 25-10-2026,19:28 WIB
Mentan Amran Hadiri Pesta Rakyat Petani di Pringsewu, Soroti Irigasi dan Harga Singkong
Minggu 25-10-2026,19:40 WIB
Di Hadapan Mentan Amran Bupati Riyanto Usulkan Bendungan dan Cetak Sawah Baru
Minggu 25-10-2026,19:35 WIB
Karhutla TNWK Belum Padam, 360 Personel Dikerahkan dan Kesehatan Warga Diperiksa
Minggu 25-10-2026,23:00 WIB
280 Pesepak Bola Cilik Ramaikan Festival ASSTA, KONI Tanggamus Harapkan Lahir Atlet Unggulan
Terkini
Minggu 25-10-2026,23:00 WIB
280 Pesepak Bola Cilik Ramaikan Festival ASSTA, KONI Tanggamus Harapkan Lahir Atlet Unggulan
Minggu 25-10-2026,20:23 WIB
Camat Pugung Hadiri Pengajian Dwiwulan Muslimat NU dan Peringati Hari Santri Nasional
Minggu 25-10-2026,19:40 WIB
Di Hadapan Mentan Amran Bupati Riyanto Usulkan Bendungan dan Cetak Sawah Baru
Minggu 25-10-2026,19:35 WIB
Karhutla TNWK Belum Padam, 360 Personel Dikerahkan dan Kesehatan Warga Diperiksa
Minggu 25-10-2026,19:28 WIB