Lansia di Sumberejo Tewas Tertimpa Pohon Salam

Lansia di Sumberejo Tewas Tertimpa Pohon Salam

--

RADARTANGGAMUS.CO.ID--Seorang pria lanjut usia meninggal dunia setelah tertimpa pohon saat sedang menebang Pohon Salam di kebun warga Pekon Simpang Kanan, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. 

Kapolsek Sumberejo Polres Tanggamus AKP Zulkarnaen, mengatakan peristiwa tersebut terjadi di kebun milik seorang warga bernama Mingun di Pekon Simpang Kanan.

"Korban diketahui bernama Kamilin (61), seorang buruh harian yang berdomisili di Pekon Simpang Kanan,"ujar Zulkarnaen.

Kapoksek menjelaskan, dari keterangan saksi-saksi, kejadian bermula saat korban menebang Pohon Salam menggunakan alat pemotong kayu jenis jigsaw. 

Saat proses penebangan, pohon tersebut roboh dan menimpa tubuh korban hingga mengakibatkan luka berat di bagian kepala.

BACA JUGA:Nama Disnaker Tanggamus Dicatut Program Magang ke Jepang Biaya Rp8,1 Juta

BACA JUGA:Polisi Kunjungi Ponpes Al Fattah Buntut Santriwati Yang Diduga Jadi Korban Perundungan

Saksi Yato (68), yang saat itu hendak mencari rumput di sekitar lokasi, melihat korban sudah tergeletak di tanah dengan posisi tubuh tertimpa pohon. Saksi kemudian berteriak meminta bantuan kepada Suyanto (65) serta warga sekitar untuk memberikan pertolongan.

"Warga bersama saksi berusaha mengevakuasi korban dengan memindahkan batang pohon yang menimpa tubuhnya dan menghubungi Polsek Sumberejo," terang Zulkarnaen.

Kapolsek mengungkap, setelah mendapatkan informasi tersebut, pihaknya bersama tenaga kesehatan tiba di lokasi, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan awal oleh petugas kesehatan, korban mengalami luka serius di bagian kepala, terdapat pembengkakan di kepala bagian belakang samping, serta darah keluar dari hidung dan telinga. 

"Korban meninggal dunia diduga akibat tertimpa pohon yang sedang ditebangnya sendiri dan tidak ditemukan unsur tindak pidana," ungkapnya.

Zulkarnaen menambahkan, pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak bersedia dilakukan tindakan otopsi.

“Atas permintaan keluarga, jenazah tidak dilakukan otopsi dan langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan di TPU Pekon Simpang Kanan," ujarnya.

Sumber: