Ono Opo, Sugiono Oh Sugiono

Ono Opo, Sugiono Oh Sugiono

--

Dalam demokrasi, pejabat publik ya tetap wajib dikritik ketika ucapannya dianggap melukai rasa keadilan masyarakat.

Sejumlah diskusi publik bahkan mempertanyakan keberpihakannya terhadap Palestina dan menilai pernyataannya terlalu akomodatif terhadap narasi Israel.

Dalam budaya Lampung dikenal petuah “Nemui Nyimah.” Artinya menjunjung empati, keramahan, dan penghormatan terhadap sesama manusia.

Nilai ini bertolak belakang dengan pembiaran terhadap tindakan represif kepada relawan kemanusiaan, jurnalis sipil, dan tragedi Gaza yang terus memakan korban.

Masalah terbesar diplomasi bukan ketika salah bicara. Masalah terbesar adalah ketika diplomasi kehilangan “roso”. 

Orang Jawa paham betul "Kadang satu kalimat bisa lebih menusuk daripada sebilah keris".

Mungkin Sugiono bermaksud hati-hati. Mungkin pemerintah ingin menjaga jalur diplomatik. Mungkin semua itu bagian strategi negara.

Tapi rakyat juga punya hak bertanya “Kalau membela kemanusiaan saja masih pakai rem tangan, terus kapan gas pol-nya?”

Karena pada akhirnya, bangsa besar bukan cuma dinilai dari kepintaran diplomasi. Tapi juga dari keberanian berkata, "Yang salah ya salah. Yang menindas ya harus dilawan". 

Dan soal Gaza, rakyat kecil di kampung-kampung Indonesia sebenarnya sudah lama paham satu hal sederhana "Wong lapar kok dibom. Wong nolong kok dicegat. Kepriben!"

Di dalam armada GSF terdapat jurnalis Indonesia yang menjalankan fungsi kemanusiaan dan dokumentasi. Mereka bukan kombatan perang.

Penelitian UNESCO dan Committee to Protect Journalists (CPJ) menunjukkan bahwa konflik Gaza menjadi salah satu wilayah paling berbahaya bagi jurnalis dunia.

Karena itu, negara semestinya memberikan perlindungan penuh, mengecam penahanan sipil, dan membela kebebasan pers internasional. 

Bukan justru memperdebatkan apakah tindakan tersebut layak disebut penculikan atau tidak.

Kritik terhadap Sugiono bukan berarti anti-pemerintah. Kritik ini lahir karena publik tidak ingin diplomasi Indonesia kehilangan nurani moralnya di hadapan tragedi Gaza.

Sumber: