Komisi XII DPR RI Dorong Percepatan Pengembangan Panas Bumi di Lampung

Komisi XII DPR RI Dorong Percepatan Pengembangan Panas Bumi di Lampung

--

RADARTANGGAMUS.CO.ID--Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi XII melaksanakan kunjungan kerja Masa Sidang III Tahun 2025–2026 ke Provinsi Lampung pada 20 Februari 2026.

Kunjungan ini difokuskan pada percepatan pengembangan energi panas bumi (geothermal) sebagai bagian dari penguatan bauran energi nasional.

Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi XII, Putri Zulkifli Hasan. Pertemuan turut dihadiri Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Gigih Udi Atmo, serta perwakilan sejumlah perusahaan, antara lain PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Star Energy, Supreme Energy, dan PT PLN Indonesia Power.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi XII membahas potensi dan kebutuhan percepatan pengembangan panas bumi di Lampung, termasuk di Kabupaten Tanggamus.

Pembahasan meliputi peningkatan kapasitas terpasang, penguatan infrastruktur kelistrikan, serta pengembangan teknologi turunan berbasis panas bumi.

Putri Zulkifli Hasan menyatakan Lampung memiliki potensi geothermal yang signifikan dan strategis untuk mendukung target bauran energi nasional.

Komisi XII, kata dia, berkomitmen mengawal dukungan regulasi, insentif, dan koordinasi lintas sektor guna mempercepat peningkatan kapasitas pembangkit panas bumi di daerah tersebut.

“Kami melihat Lampung sebagai salah satu daerah dengan potensi geothermal unggulan. Komisi XII akan memastikan dukungan regulasi dan kelembagaan agar pengembangannya berjalan progresif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Gigih Udi Atmo menegaskan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terus memperkuat kebijakan untuk mempercepat pengembangan energi baru terbarukan, termasuk panas bumi.

Langkah yang dilakukan antara lain penyederhanaan perizinan dan harmonisasi regulasi untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.

Menurut dia, optimalisasi geothermal di Lampung penting untuk mengurangi defisit pasokan listrik dan memperkuat sistem kelistrikan regional.

Di sisi industri, Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Andi Joko Nugroho, menyampaikan sistem kelistrikan Lampung saat ini masih mengalami defisit dan sebagian pasokan didukung dari sistem Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Ia menyebut kontribusi perusahaannya mencapai sekitar 20 persen dari total kebutuhan listrik Lampung. Ke depan, pengembangan akan dilakukan melalui sejumlah proyek strategis, seperti Proyek Gunung Tiga, pengembangan unit binary, serta penjajakan potensi green hydrogen berbasis panas bumi.

Kunjungan kerja ini diharapkan memperkuat koordinasi antara legislatif, pemerintah, dan pelaku usaha dalam mempercepat realisasi proyek panas bumi. Dengan dukungan regulasi dan kolaborasi yang terintegrasi, peningkatan kapasitas pembangkitan di Lampung ditargetkan dapat mendukung ketahanan energi nasional dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Sumber: