Peringati Tahun Baru Islam, Pekon Tanjunganom Gelar Pengajian Akbar

KOTAAGUNG--Pemerintah Pekon Tanjung Anom Kecamatan Kotaagung Timur menggelar pengajian Akbar dalam rangka memperingati Tahun baru Islam 1 Muhamaram 1441 Hijriyah, Sabtu (7/9) di Lapangan PT. TI pekon setempat. Menariknya dalam pengajian akbar ini, tidak hanya diisi dengan salawatan, pembacaan Ayat Suci Al-Quran dan tausiyah Oleh Ustadz Miftahul Ulum tapi juga diisi sosialisasi bahaya narkoba dari BNN Kabupaten Tanggamus. Turut hadir dalam pengajian akbar tersebut, Camat Kotaagung Timur Firdaus, Kasi Pencegahan, BNN Tanggamus Iswandi, Babinsa Serma Sukendras, alim ulama dan tokoh masyarakat. Kepala Pekon Tanjung Anom, Sumardi dalam sambutannya mengatakan bahwa pengajian akbar dalam rangka 1 Muharam rutin digelar dipekon Tanjung Anom tujuan adalah untuk meningkatkan ketaqwaan dan ahlakul karimah \"Pengajian akbar ini mengambil tema Dengan memperingati tahun baru islam 1441 Hijriyah mari kita kokohkan ukhuwah Islamiah dan kerukunan antar umat beragama menuju masyarakat Tanjung Anom yang berahlakul karimah, rukun damai dan bersatu dalam kebergaman. Jamaahnya sendiri tidak hanya datang dari Pekon Tanjung Anom tapi juga ada yang dari Talangrejo dan Campang Tiga, \"kata Sumardi. Dikatakan Sumardi bahwa Pekon Tanjung Anom merupakan pekon dengan penduduk yang majemuk yakni terdiri dari beragam agama dan suku bangsa, namun adanya perbedaan tersebut tidak menimbulkan gesekan. \"Pekon Tanjung Anom ini beragam baik agama dan suku tapi kami bisa menjaga Kerukunan sehingga mendapat predikat Pekon Kerukunan Umat Beragama dari Kanwil Kemenag Lampung. Kalau kita rukun maka pembangunan dipekon juga berlangsung dengan baik, \"ujarnya. Camat Kotaagung Timur, Firdaus menyambut baik adanya pengajian akbar yang diselenggarakan Pekon Tanjung Anom.\" Saya apresiasi kegiatan pengajian akbar yang diselipkan dengan sosialisasi bahaya narkoba ini. Sebab ketaqwaan harus selalu ditingkatkan dan kita harus selalu rukun,\"ujar Firdaus. Sementara Kasi Pencegahan, BNN Tanggamus Iswandi dalam pemaparannya menyebut bahwa saat ini ada banyak korban akibar narkoba, dimana dalam setiap harinya ada 33 orang di Indonesia yang meninggal dunia karena narkoba sehingga saat ini Indonesia dinyatakan darurat narkoba. \"Maka dari itu kita harus cegah jangan sampai putera-putri dan adik kita terjerumus kedalam narkoba. Apabila terjerumus dalam narkoba ada tiga konsekuensinya pertama rehabilitasi, hukum pidana atau meninggal dunia,\"ujarnya. Sementara, Ustadz Miftahul Ulum dalam Tausiyahny menyampaikan kepada jamaah yang hadir untuk sering bersilaturahmi dan menjaga Kerukunan. \"Hidup ini harus rukun, tidak sombong. Kerukunan perlu untuk dijaga, paling tidak sering musyawarah. Tanpa musyawarah hasil tidak baik bagi siapapun,\"katanya.(ral)
Sumber: