Demi Hindari Utang, Zainal Rekayasa Perampokan

Minggu 05-07-2020,13:55 WIB
Reporter : Redaksi
Editor : Redaksi

SUMBEREJO--Zainal Muhktar Arif (32) warga Argomulyo Kecamatan Sumberejo,Tanggamus merekayasa aksi perampokan yang dialami dirinya, hal ini semata untuk menarik simpati warga dan demi menghapus hutang-hutangnya yang mencapai seratusan juta lebih. Tidak hanya menipu mentah-mentah istri dan keluarga besarnya, termasuk mengelabui Polsek Sumberejo.Skenario curas dengan kerugian Rp100 juta itu, dimulai oleh Zainal di rumahnya, pada Kamis (2/7) pagi.Demi kelancaran drama itu, Zainal memastikan istrinya, Suryani (30), tidak berada di rumah. Dalam drama ini, Zainal tak sendirian. Ia dibantu seorang rekannya yang menjadi \"pemeran pembantu\". Yaitu Darsono (41), masih satu pekon dengannya. Kapolsek Sumberejo, AKP Takarinto menjelaskan, hampir semua drama ditata dengan sedemikian rupa oleh Zainal. Mulai dari Zainal berangkat menuju Bank BRI Kecamatan Sumberejo untuk mengambil sejumlah uang yang diklaim sebesar Rp100 juta. Kemudian membawa pulang uang tersebut ke rumahnya. \"Setibanya di rumah, Zainal memastikan istrinya (Suryani yang kemudian menjadi pelapor ke Polsek Sumberejo) tidak ada di rumah. Barulah Zainal menghubungi Darsono dan dimulailah drama curas itu. Itu semua akhirnya terungkap adalah rekayasa Zainal, setelah kami melakukan pemeriksaan mendalam pada dirinya, Darsono, kemudian para saksi di sekitar TKP,\" ujar Takarinto, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, Minggu (5/7) Adegan dalam drama itu, sungguh meyakinkan. Sebab Zainal mengalami luka tusuk senjata tajam sedalam 3 cm pada dada kanannya. Belakangan diketahui, Zainal-lah yang menusuk dadanya sendiri. Sebab sang pemeran pembantu, Darsono, menolak melakukan adegan itu. Adegan menusuk dada sendiri, tidak berlangsung mulus. Zainal harus mencobanya beberapa kali. Akhirnya dengan tekat demi meyakinkan semua orang Zainal berhasil mengabaikan rasa sakit. Ujung pisau berhasil menembus dada kanannya. Darah segar pun mengucur deras. Saat itulah, Zainal memberi isyarat pada Darsono, agar segera mengambil tas hitam berisi uang dan pergi meninggalkan lokasi. Setelah pemeran pembantu pergi dari TKP, Zainal menjerit untuk menarik perhatian tetangga sekitar. Mendengar teriakan suaminya, Suryani yang sedang berada di rumah tetangganya, lari tunggang-langgang menuju rumah. Bak disambar petir siang bolong, Suryani terperangah melihat suaminya bersimbah darah. Kontan ia menjerit meminta pertolongan warga. Persis seperti rencana Zainal, para tetangganya berduyun-duyun mendatangi rumahnya dan memberikan pertolongan. Zainal pun dilarikan ke rumah sakit. Sebab darah terus mengalir dari luka tusuk di dadanya. Menerima informasi dugaan tindak pidana curas, petugas Polsek Sumberejo segera mendatangi dan mensterilkan TKP. Polisi juga mengamankan sebilah pisau sepanjang 10 cm bergagang kayu. \"Anggota pun juga bergerak ke rumah sakit tempat Zainal dirawat. Sejumlah pertanyaan dilontarkan pada Zainal. Ia awalnya mengaku baru saja mengambil uang Rp100 juta dari Bank BRI Sumberejo. Lalu saat ia tiba di rumah, pelaku datang, menusuk dadanya, kemudian membawa kabur uang tersebut. Itu kata Zainal pada kami,\" ujar Kapolsek Sumberejo. Baca Halaman Selanjutnya

Tags :
Kategori :

Terkait