Dugaan Langgar SOP, Kabid Pelayanan RSUD Batin Mangunang: Miss Komunikasi Antar Petugas
Rapat: Kabid Pelayanan RSUD Batin Mangunang dr. Panji Indra Purnama dan petugas saat rapat terkait dengan keluhan dari keluarga pasien. Foto ist --
RADARTANGGAMUS.CO.ID--Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batin Mangunang, angkat bicara terkait dengan dugaan pelanggaraan standar operasional prosedur (SOP) terhadap pelayanan pasien dirumah sakit tersebut.
Kabid Pelayanan RSUD Batin Mangunang, dr. Panji Indra Purnama menerangkan, bahwa, pihaknya mengakui ada kesalahpahaman SOP oleh petugas, menurutnya, pasca kejadian tersebut pihaknya telah mengumpulkan semua pihak terkait.
Meliputi kepala bidang Instalasi Gawat Darurat (IGD), kepala bidang laboratorium dan termasuk dokter spesialis, dalam rapat tersebut membahas dan mencari akar persoalan yang ada.
"Kita telaah bersama seperti apa, karena ada miss komunikasi disini, apakah petugas IGD atau petugas laboratorium yang mengambil sampel darah, karena di SOP jelas bahwa yang mengambil sampel darah ialah petugas, dan telah diputuskan bahwa petugas IGD lah yang mengambil sampel tersebut,"kata dr. Panji Rabu 7 Januari 2026.
BACA JUGA:RSUD Batin Mangunang Diduga Melanggar SOP, Keluarga Pasien Meradang
Ia juga menjelaskan, bahwa terdapat miss komunikasi dan belum pahamnya petugas terkait dengan SOP yang ada, sehingga saat itu pasien dipaksa untuk mengambil sendiri sampel darah ke ruangan laboratorium, atas kejadian tersebut dirinya mewakili pihak rumah sakit memohon maaf kepada pasien khususnya kepada keluarga, dan kedepan menurutnya hal tersebut tidak akan terjadi lagi.
"Kedepan kita semua berbenah, jangan sampai ada lagi pasien mondar mandir sendiri ke ruangan laboratorium kita terus berbenah, mungkin petugas kita juga baru ditempatkan sehingga belum memahami SOP,"terangnya.
Diberitakan sebelumnya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batin Mangunang Tanggamus jadi sorotan. RSUD Plat Merah tersebut diduga melanggar standar operasional prosedur (SOP) yang seharusnya diterapkan oleh setiap rumah sakit sebagai bentuk tanggung jawab untuk keselamatan pasien.
Zudarwansyah, orang tua pasien menerangkan, bahwa pada Jumat 2 Januari 2026, dirinya mengantar anak Bungsunya Azriel Adi Daya ke rumah sakit
Saat itu, Azriel menurutnya tengah merintih dan kesakitan pada bagian perut, melihat hal itu selaku orang tua dirinya khawatir lalu memutuskan untuk membawanya ke RSUD Batin Mangunang untuk mendapatkan pengobatan.
"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas yang jaga di IGD, anak saya akan di ambil sampel darah untuk memastikan kondisi kesehatan dan mengetahui diagnosanya,"kata Zudarwansyah.
Saat akan diambil sampel darahnya, disinilah kekecewaan bermula, Zudarwansyah menerangkan saat akan mengambil sampel darah anaknya dipaksa berjalan dengan kondisi menahan sakit dibagian perut, sementara jarak cukup jauh di ruangan laboratorium tanpa didamping tenaga medis.
Sumber:
