"Kita semua harus siap menyambut program ini, karena selama kita siap nanti akan memberdayakan ekonomi lokal, karena sumbernya berasal dari masing-masing desa atau pekon," ucapnya.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Alex Kurniawan mengatakan pada semester pertama 2024, terdapat 480 pemerintah daerah (87,9%) telah berada pada level digital. Peningkatan digitalisasi pemda tersebut sejalan dengan kenaikan pajak daerah dan retribusi daerah di tingkat nasional.
Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan dan kesiapan infrastruktur transaksi digital pemda signifikan untuk mendorong peningkatan pendapatan daerah, dimana Kabupaten Pringsewu telah mampu untuk mempertahankannya.
"Kabupaten Pringsewu telah mengimplementasikan metode pembayaran digital dan non digital. Namun untuk meningkatkan minat masyarakat, perlu untuk terus ditingkatkan secara konsisten melalui sosialisasi dan edukasi serta insentif pembayaran,"pungkasnya.(*)