Menata Unila: Berakar, Mandiri, Berdampak & Mendunia

Menata Unila: Berakar, Mandiri, Berdampak & Mendunia

--

Kemandirian finansial memang penting. Tetapi universitas tidak boleh terjebak dalam cara berpikir bahwa semua persoalan harus diselesaikan dengan mencari uang sebanyak-banyaknya.

 

Saya tidak ingin income generating diterjemahkan sebagai komersialisasi kampus atau menjadikan kenaikan beban mahasiswa sebagai jalan termudah membiayai pertumbuhan.

 

Pendapatan non-UKT seharusnya tumbuh dari nilai yang diciptakan oleh ilmu pengetahuan, kepakaran, inovasi, jejaring, dan pemanfaatan aset secara bertanggung jawab.

 

Pendidikan berkelanjutan, sertifikasi, riset bersama, lisensi kekayaan intelektual, konsultansi, laboratorium pengujian, layanan profesional, teaching factory, living laboratory, pusat pelatihan, kerja sama industri, pemerintah, BUMN/BUMD, lembaga internasional, alumni, hingga program akademik global merupakan bagian dari ekosistem yang dapat dikembangkan.

 

Namun prinsipnya harus jelas: optimalisasi bukan privatisasi, dan kemandirian bukan penjualan aset.

 

Setiap rupiah yang dihasilkan harus kembali memperkuat Tri Dharma, meningkatkan mutu layanan, memperkuat riset dan inovasi, serta meningkatkan kesejahteraan sivitas akademika.

 

Rektor Harus Menjadi Orkestrator

Unila sesungguhnya memiliki modal yang besar: dosen, mahasiswa, alumni, program studi, laboratorium, unit layanan, jejaring pemerintah, industri, mitra internasional, dan aset institusi.

Persoalannya bukan lagi sekadar apa yang kita miliki.

Sumber: