Menata Unila: Berakar, Mandiri, Berdampak & Mendunia

Menata Unila: Berakar, Mandiri, Berdampak & Mendunia

--

Kepemimpinan yang kolaboratif juga bukan berarti kehilangan ketegasan. Prinsip harus tegas. Sikap harus santun. Keputusan harus adil.

Dalam kehidupan akademik, perbedaan pandangan adalah hal yang wajar. 

 

Bahkan, perbedaan adalah bagian dari tradisi ilmiah. Yang tidak boleh terjadi adalah perbedaan pandangan berubah menjadi alasan untuk memecah komunitas akademik.

 

Berakar di Lampung, Berjejaring dengan Dunia

Saya tidak percaya bahwa universitas harus mengejar reputasi global hanya melalui kosmetik pemeringkatan. Urutannya harus jelas: relevan secara lokal, berkontribusi secara nasional, lalu diakui secara global. 

 

Reputasi global seharusnya menjadi akibat dari mutu, bukan sekadar hasil branding.Pengalaman saya selama bertugas di Paris semakin menguatkan keyakinan tersebut. 

 

Internasionalisasi yang substantif harus menghasilkan kerja sama riset, co-supervision, visiting professor, visiting researcher, mobilitas mahasiswa, publikasi bersama, konsorsium hibah, serta jejaring diaspora.

 

Dunia tidak harus menjadi tujuan untuk meninggalkan rumah. Justru jejaring global harus membuat manfaat yang lebih besar kembali ke rumah.

 

Jika pengetahuan yang lahir dari Lampung mampu menjawab persoalan di tempat lain, maka keunggulan lokal telah berubah menjadi kontribusi global.

Sumber: