Adanya Kecurangan, DPRD Pringsewu Ancam Bentuk Pansus Hasil Seleksi Administrasi Penerima PPPK 2023

Adanya Kecurangan, DPRD Pringsewu Ancam Bentuk Pansus Hasil Seleksi Administrasi Penerima PPPK 2023

Komisi I DPRD Pringsewu menggelar hearing Rapat dengar pendapat BPKSDM bersama puluhan tenaga honorer di gedung DPRD setempat, Kamis (2/11). --

Sehingga ditambah Suryo, jangan sampai ada bahasa yang disampaikan dari BPKSDM ini tidak bisa meneliti satu persatu berkas pelamar dengan jumlah peserta mencapai 3235 segala macam. 

" Padahal kenyataan di lapangan ditemui tenaga yang honorer masih mengabdi 1 sampai 2 tahun nyata bisa masuk khusus berkaitan cerita dari keluhannya honorer yang hadir hari ini di gedung DPRD berkaitan seleksi berkas penerima PPPK, "ucapnya.

 

Komisi 1 DPRD Pringsewu berharap kepada Pemkab Pringsewu bisa menyikapi secara bijak memberikan kesempatan nasip tenaga honorer di kabupaten Pringsewu bisa mengikuti tes seleksi PPPK. 

 

"Harapan kedepan kita semua teman-teman dari Komisi I sudah menyampaikan juga kalau bisa dilakukan secara bijak. Karena, kami juga sudah koordinasi dengan komisi II DPR RI disampaikan bahwa provinsi menjadi kebijakan kewenangan provinsi. Untuk kabupaten kebijakan kabupaten. Jadi, ini mutlak menjadi kebijakan kewenangan ada di kabupaten, "harapnya.

 

Seperti salah satu calon peserta PPPK, Nurhayati guru Honorer SDN 2 Bulurejo Gadingrejo mengaku kecewa dengan hasil seleksi berkas pendaftar PPPK sudah melakukan sanggahan tidak dapat diterima yang berkas administrasi dinyatakan TMS. 

"Kami menunggu sudah bertahun-tahun supaya bisa ikut mendaftarkan untuk menjadi PNS atau PPPK. Dari saat inilah kami sangat senang sekali untuk bisa melamar PPPK memang ada kesalahan dalam mengupload berkas di surat pernyataan ternyata kehapus. Kami sudah melakukan sanggahan tapi tidak diterima. Tapi yang saya tanyakan mengapa dimasa sanggah ada yang diterima dan nggak diterima. Yang sangat saya sedihkan selama menjadi tenaga honorer kenapa tidak ada kebijaksanaan sekali dari BPKSDM Pringsewu, "ucapnya.

 

Menurut Nurhayati yang sudah mengabdi 27 tahun sebagai guru honorer, bahwa harapan dari semua perwakilan teman-teman yang selama ini menjadi guru honorer untuk memperjuangkan anak bangsa ini bisa memiliki kesempatan ikut sekali test PPPK. 

"Karena, yang penting bisa ikut test PPPK masalah lulus atau tidak nasip rezeki kedepan ada tidak dari tangan allah, " Harapannya. 

 

Hal sama juga disampaikan Septian Hidayat tenaga kesehatan honorer RSUD Pringsewu menyikapi proses seleksi berkas administrasi rekruitmen penerima PPPK terindikasi syarat permainan. Seperti untuk tenaga honorer 

di RSUD Pringsewu yang dinyatakan TMS dimasalahkan total ada 15 orang. 

Sumber: